Cari Blog Ini

Selasa, 29 Januari 2013

Permasalahan Yang Muncul & Pengendalian Siklus Pendapatan

Pada siklus pendapatan, SIA yang dirancang secara baik harus menyediakan pengendalian yang memadai untuk memastikan bahwa tujuan2 berikut ini tercapai :

  • Semua transaksi telah diotorisasikan dengan benar.
  • Semua transaksi yang dicatat valid (benar2 terjadi).
  • Semua transaksi yang valid, dan disahkan, telah dicatat.
  • Semua transaksi dicatat dengan akurat.
  • Asetd ijaga dari kehilangan ataupun pencurian.
  • Aktivitas bisnis dilaksanakan secara efisien dan efektif.

Ancaman dan pengendalian dalam siklus pendapatan :

Ancaman

  1. Pesanan pelanggan yang tidak lengkap atau tidak akurat
  2. Penjualan secara kredit ke pelanggan yang memiliki catatan Kredit buruk
  3. Legitimasi pesanan
  4. Habisnya persediaan, biaya penggudangan, dan pengurangan harga
  5. Kesalahan pengiriman: barang dag., jumlah dan alamat yang salah
  6. Pencurian persediaan
  7. Kegagalan untuk menagih pelanggan
  8. Kesalahan dalam penagihan
  9. Kesalahan dalam memasukkan data ketika memperbarui piutang usaha
  10. Pencurian kas
  11. Kehilangan data
  12. Kinerja yang buruk

Prosedur pengendalian yang dapat diterapkan
  1. Pemeriksaan edit entri data.
  2. Persetujuan kredit oleh manajer bag. Kredit bukan oleh fungsi penjualan: catt yang akurat atas saldo rek. pelanggan.
  3. Ttd diatas dokumen kertas, ttd digital dan sertifikat digital untuk e-biz Sistem pengendalian persediaan.
  4. Rekonsiliasi pesanan penjulana dengan kartu pengambilan dan slip pengepakan: pemindai kode garis.
  5. Pengendalian aplikasi entri data.
  6. Batasi akses fisik ke persediaan.
  7. Pemisahan fungsi pengiriman dan penagihan.
  8. Pengendalian edit entri data Daftar harga.
  9. Rekonsiliasi buku pembantu piutang usaha dengan buku besar: laporan bulanan ke pelanggan.
  10. Pemisahan tugas; minimalisasi penanganan kas; kesepakatan lockbox; konfirmasikan pengesahan dan penyimpanan semua penerimaan.
  11. Rekonsiliasi periodic laporan bank dengan catt seseorang yang tidak terlibat dalam pemrosesan penerimaan kas.
  12. Prosedur cadangan dan pemulihan dari bencana; pengendalian akses (secara fisik dan logis).
  13. Persiapan dan tinjauan laporan kinerja
SUMBER

Aliran Data Siklus Pendapatan


Resource Event Agent (REA) adalah model bagaimana sebuah sistem akuntansi dapat kembali direkayasa untuk usia komputer. REA awalnya diusulkan pada tahun 1982 oleh William E. McCarthy sebagai model akuntansi umum, dan berisi konsep sumber daya, peristiwa dan agen. REA adalah model yang populer dalam sistem informasi pengajaran akuntansi (AIS). Tapi ini jarang terjadi pada praktik bisnis-perusahaan tidak dapat dengan mudah membongkar sistem warisan mereka untuk memenuhi tuntutan radikal REA's.
          Model Data REA menyediakan satu metode untuk merancang basis data yang efisien terintegrasi baik data keuangan dan operasional. Model data REA untuk siklus pendapatan perusahaan manufaktur harus mencakup informasi berikut: 

  • Empat kegiatan bisnis besar dalam siklus pendapatan (Pesanan, memenuhi pesanan, pengiriman dan penagihan kas)

  • The primary external agent (customer) as well as the various internal agents involved in revenue cycle activities

 GAMBAR :
 

 
 
 
 
SUMBER 2

Kegiatan Atau Aktivitas Bisnis Dalam Siklus Pendapatan


Pengertian dari Siklus pendapatan adalah rangkaian aktivitas bisnis dan kegiatan pemrosesan informasi terkait yang terus berulang dengan menyediakan barang dan jasa ke para pelanggan dan menagih kas sebagai pembayaran dari penjualan-penjualan tsb.

  • Aktivitas Bisnis Siklus Pendapatan
Ada 4 aktivitas dasar bisnis yang dilakukan dalam siklus pendapatan :

Pertama: Penerimaan pesanan dari para pelanggan

a. Mengambil pesanan pelanggan
b. Persetujuan kredit
c. Memeriksa ketersediaan persediaan
d. Menjawab permintaan pelanggan
 Langkah-langkah ini termasuk semua  includes all the activities involved  in soliciting and processing customer orders.
Key decisions and information needs:
decisions concerning credit policies, including the approval of credit information about inventory availability and customer credit status from the inventory control and accounting functions, respectively

Kedua: Pengiriman barang
a. Ambil dan pak pesanan
b. Kirim pesanan

Dokumen, catatan, dan  prosedur:

Kartu pengambilan printed by the sales order  entry triggers the shipping process and is used to identify which products to remove from inventory.
 Jumlah phisik dibandingkan dengan kuantitas pada kartu pengambilan dan slip pengepakan.
Beberapa tempat pemeriksaan  dibuat dan dokumen pengiriman dipersiapkan.

 Ketiga:    Penagihan dan piutang usaha
a. Penagihan
b. Pemeliharaan data piutang usaha
c.  Pengecualian : Penyesuaian rekening dan penghapusan

Jenis sistem penagihan:
Dalam sistem setelah penagihan, faktur dipersiapkan setelah confirmasi bahwa barang-barang dikirim.
Dalam sistem pra penagihan, faktur dipersiapkan (tetapi tidak dikirim) sesegera pesanan disetujui.
Persediaan, piutang dagang, dan file buku besar diperbaharui pada waktu ini. 

 Keempat:    Penagihan kas

a. Menangani kiriman uang pelanggan
b. Menyimpannya ke bank
Keputusan-keputusan penting dan Kebutuhan Informasi:
- Pentingnya pengurangn pencurian kas.
- Fungsi penagihan piutang dagang seharusnya tidak mempunyai akses phisik ke kas atau cek.

- Fungsi piutang dagang harus mampu mengidentifikasi sumber suatu pengiriman uang dan Faktur aplikasi harus dikredit.
Dokumen, catatan, dan prosedur:
- Cek diterima dan dikirim (disimpan).
- Daftar pengiriman uang  dipersiapkan dan dimasukkan  secara on-line pelanggan, nomor faktur, dan jumlah setiap pembayaran.

- The system performs a number of on-line edit checks to verify the accuracy of data entry.
Sumber

Senin, 26 November 2012

Elemen 5.Informasi dan Komunikasi (Information and Communication)

Penjelasan mengenai elemen 5 versi COSO yaitu Informasi dan Komunikasi (Information and Communication)

       Informasi dan komunikasi merupakan elemen-elemen yang penting dari pengendalian intern perusahaan. Informasi tentang lingkungan pengendalian, penilaian risiko, prosedur pengendalian dan monitoring diperlukan oleh manajemen Winnebago pedoman operasional dan menjamin ketaatan dengan pelaporan hukum dan peraturan-peraturan yang berlaku pada perusahaan.

Informasi juga diperlukan dari pihak luar perusahaan. Manajemen dapat menggunakan informasi jenis ini untuk menilai standar eksternal. Hukum, peristiwa dan kondisi yang berpengaruh pada pengambilan keputusan dan pelaporan eksternal.



sumber : Wikipedia

Minggu, 25 November 2012

Elemen 4. Pemantauan (Monitoring)

Penjelasan mengenai elemen 4 versi COSO yaitu Pemantauan (Monitoring)

           Pemantauan terhadap sistem pengendalian intern akan menemukan kekurangan serta meningkatkan efektivitas pengendalian. Pengendalian intern dapat di monitor dengan baik dengan cara penilaian khusus atau sejalan dengan usaha manajemen. Usaha pemantauan yang terakhir dapat dilakukan dengan cara mengamati perilaku karyawan atau tanda-tanda peringatan yang diberikan oleh sistem akuntansi.

Penilaian secara khusus biasanya dilakukan secara berkala saat terjadi perubahan pokok dalam strategi manajemen senior, struktur korporasi atau kegiatan usaha. Pada perusahaan besar, auditor internal adalah pihak yang bertanggung jawab atas pemantauan sistem pengendalian intern. Auditor independen juga sering melakukan penilaian atas pengendalian intern sebagai bagian dari audit atas laporan keuangan.




sumber : Wikipedia

Elemen 3. Prosedur Pengendalian (Control Procedure)

Penjelasan mengenai elemen 3 versi COSO yaitu Prosedur Pengendalian (Control Procedure).

Prosedur pengendalian ditetapkan untuk menstandarisasi proses kerja sehingga menjamin tercapainya tujuan perusahaan dan mencegah atau mendeteksi terjadinya ketidakberesan dan kesalahan. Prosedur pengendalian meliputi hal-hal sebagai berikut:

  • Personil yang kompeten, mutasi tugas dan cuti wajib.
  • Pelimpahan tanggung jawab.
  • Pemisahan tanggung jawab untuk kegiatan terkait.
  • Pemisahan fungsi akuntansi, penyimpanan aset dan operasional.


sumber : Wikipedia

Elemen 2. Penilaian Resiko (Risk Assesment)

Penjelasan mengenai elemen 2 versi COSO yaitu Penilaian Resiko (Risk Assesment).
      
Risk assessment (penilaian risiko) adalah metode sistematis untuk menentukan apakah suatu organisasi memiliki resiko yang dapat diterima atau ditolak. Risk assessment merupakan sebuah kunci dalam perencanan pemulihan bencana.
        Semua organisasi memiliki risiko, dalam kondisi apapun yang namanya risiko pasti ada dalam suatu aktivitas, baik aktivitas yang berkaitan dengan bisnis (profit dan non profit) maupun non bisnis. Suatu risiko yang telah di identifikasi dapat di analisis dan evaluasi sehingga dapat di perkirakan intensitas dan tindakan yang dapat meminimalkannya.

proses menganalisis dan menafsirkan risiko terdiri dari tiga kegiatan dasar yaitu:
  1. Menentukan ruang lingkup dan metodologi penilaian,
  2. Mengumpulkan dan menganalisis data, dan
  3. Menafsirkan hasil analisis risiko.